Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini


Kamis, 9 Januari 2020

BNNK TUBAN melakukan Diseminasi P4GN melalui Sosialisasi di SMAN 4 TUBAN

BNNK Tuban- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban melakukan sosialisasi gerakan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada pelajar SMAN 4 Tuban, dengan jumlah 300 orang. Kamis (09/01/2020) pukul 11.00-12.00 WIB.Mengawali pemaparan materi P4GN Kepala BNNK Tuban AKBP I Made Arjana SH., MH., menyampaikan meliputi tantangan remaja di era globalisasi 4.0., Materi dan informasi tentang landasan hukum, bahaya, dampak, dan cara mencegah penyalahgunaan Narkoba, Jenis dan bentuk Narkoba.Made panggilan familiar orang nomor satu di BNNK Tuban itu, berpesan kepada para pelajar SMAN 4 Tuban untuk pandai pandai memilih teman bergaul.
"Penyalahgunaan Narkoba memiliki dampak yang signifikan pada masyarakat Indonesia terutama pada pelajar. Melalui banyak cara, pihak yang tidak bertanggung jawab mencari celah agar pelajar yang merupakan aset masa depan bangsa tercemari oleh penyalahgunaan Narkoba. Akibatnya, pelajar yang melakukan penyalahgunaan Narkoba menjadi generasi muda yang kehilangan konsentrasi, malas dalam belajar, hingga menjadi tidak produktif dalam melakukan aktivitas," ujarnya.Selain itu, Made menyampaikan penyalahgunaan obat komix yang banyak disalahgunakan oleh remaja Tuban serta munculnya jenis-jenis Narkoba baru di masyarakat. Dan mengajak semua yang hadir untuk melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika serta pengenalan Klinik Pratama dan langkah rehabilitasi."Sudah sepantasnya penyalahgunaan Narkoba tidak masuk di sekolah dan menyerang para pelajar. Tugas kita sebagai tenaga pendidik harus membentengi siswa di sekolah dengan iman dan taqwa yang kuat," pungkas AKBP I Made Arjana, SH.,MH.
#bnnktuban#bnnpjatim#kamudiasayalawannarkoba



Senin, 30 Desember 2019

BNNK Tuban Gelar Tes Urine Sopir dan Kernet Bus di Terminal Kambang Putih

BNNK Tuban- Badan Narkotika Nasional Kabupaten ( BNNK) Tuban melakukan tes urine Kepada sopir dan kernet angkutan umum serta Mobil Pribadi dalam rangka menciptakan Situasi Aman menjelang arus balik natal 2019 dan menyambut tahun baru 2020 di terminal Kambang Putih jalan Raya Jenu Tuban ,Senin(30/12/19).Hadir dalam kegiatan tes urine dengan kekuatan personil 80 Orang yang terdiri dari BNNK Tuban 17 Personil Dishub Tuban 28 Personil,Gabungan Polres lantas dan Polsek 18 Personil, RS Bhayangkara Wahyu Tuteko Bojonegoro 9 personi ,Satreskoba 18 Personil dan di pimpin langsung Kapolres Tuban AKBP Nanang Hariyono dan Kepala BNNK Tuban AKBP I Made Arjana SH,MH.Dalam konferensi pers kepala BNNK meyampaikan bahwasanya dalam kegiatan ini di bagi menjadi dua tim BNNK dan dishubKegiatan ini di mulai dengan menyisir angkutan bus antar kota, bus antar provinsi, bus pariwisata, angkutan dalam kota, Elf, dan Mobil Pribadi roda empatKendaraan yg telah dikondisikan diperiksa seluruh bagiannya oleh dishub, adapun pemeriksaan yg dilakukan meliputi kelayakan kendaraan Ban, Klakson, Lampu Jauh Dekat, Sound, Kaca, Surat menyurat (Sim, STNK, KPS bgi kendaraan umum).Sementara dari penyidik BNN dan Satreskoba polres Tuban menggeledah barang bawaan penumpang dan titik- titik yang dicurigaiPetugas BNN seksi rehabilitasi dan P2M serta DOKPOL melaksanakan tes urin kepada supir dan kernet angkutan umum serta supir mobil pribadi, elf, dan bus pariwisata.Dalam kegiatan ini Dishub mengamankan 2 bus pariwisata tanpa kartu pengawasan (kps) dan keseluruhan kendaraan roda empat sejumlah 42 unit semua dinyatakan layak jalan.Sementara itu hasil tes urin kepada supir dan kernet sejumlah 40 orang keseluruhan ya dinyatakan negatif menyalahgunakan Narkotika.#bnnktuban#polrestuban#kamudiasayalawannarkoba


Kamis, 26 Desember 2019

BNNK TUBAN MEMBERIKAN DISEMINASI INFORMASI P4GN DAN TES URINE KEPADA KARYAWAN DAN MITRA KERJA PT. PJB PLTU TANJUNG AWAR-AWAR

BNNK Tuban- Sejumlah ratusan karyawan dan Mitra Kerja (31 Perusahaan) PT. PJB PLTU Tanjung Awar-Awar mengikuti kegiatan Diseminasi Informasi P4GN oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban yang dilaksanakan 3 sesi. Kamis (26/12/19). Sesi pertama dilaksanakan pukul 08.00-09.00 WIB bertempat di Lapangan Apel PT. PJB PLTU Tanjung Awar-Awar dan diikuti sejumlah 750 orang Karyawan/Mitra Kerja (31 Perusahaan). Sedangkan pada sesi kedua dilaksanakan pukul 09.30-11.00 WIB bertempat di Ruang Rapat Administrasi Lt. 3 PT. PJB PLTU Tanjung Awar-Awar dan diikuti sejumlah 30 orang Perwakilan Manager dan SPV PT. PJB PLTU Tanjung Awar-Awar.

Hadir pada acara ini Kepala BNNK Tuban AKBP I Made Arjana SH,MH, General Manager PT. PJB PLTU Tanjung Awar-Awar Heryono, dan SPV K3 Fathur Rozi. Kepala BNNK Tuban AKBP I Made Arjana SH,MH mengawali pemaparan diseminasi informasi P4GN menyampaikan mengenai pengertian Narkoba dan jenis-jenis Narkoba, landasan Hukum UU No 35 Tahun 2009, Bahaya penyalahgunaan Narkoba dan penanggulanganya, serta ciri-ciri penyalahguna Narkoba. Selain itu, BNNK Tuban juga memberikan himbauan kepada masyarakat apabila membawa, memiliki, mengkonsumsi maupun mengedarkan Narkoba maka akan di kenakan hukuman minimal 4 tahun penjara. Kepala BNNK Tuban juga mengajak masyarakat untuk mengubah stigma bahwa pecandu/penyalahguna Narkoba bukan aib atau kriminal, pecandu/penyalahguna Narkotika dapat direhabilitasi.

Diakhir penyampaian diseminasi informasi P4GN kepala BNNK kelahiran Bali ini juga memperkenalkan Klinik Pratama BNNK Tuban dan mengajak seluruh Karyawan PT. PJB PLTU Tanjung Awar-Awar untuk membantu menginformasikan bahaya penyalahgunaan Narkoba kepada masyarakat agar Bumi Wali Tuban bisa bebas dari peredaran Narkoba. Serta apabila menemukan masyarakat atau kerabat maupun tetangga yang teridentifikasi penyalahgunaan Narkoba bisa segera melaporkan kepada Pihak BNNK Tuban.

Pada sesi ketiga pukul 11.00-12.00 WIB, BNNK Tuban juga melakukan tes urine kepada 20 orang Manager dan Supervisor PT. PJB PLTU Tanjung Awar-Awar bertempat di Ruang Rapat Administrasi Lt. 3 PT. PJB PLTU Tanjung Awar-Awar. Alhasil dari tes urine 19 orang dinyatakan negatif penyalahguna Narkoba dan 1 orang dinyatakan positif : BZO dengan riwayat penggunaan obat atas dasar indikasi dan resep dari dokter.
#bnnktuban#kamudiasayalawannarkoba


Senin, 23 Desember 2019

Kunjungan di Tuban, Kepala BNN RI Nilai Kasus Narkoba di Jatim Masih Tinggi

BNNK Tuban- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen. Pol. Drs. Heru Winarko melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tuban, Senin (23/12/2019). Heru bersama rombongan tiba di Kantor BNNK Tuban Jalan Ronggolawe sekitar pukul 15.45 Wib. Disambut Kepala BNNK, I Made Arjana, Asisten Pemerintahan Setda Tuban, Joko Sarwono, Kabag Pemerintahan Irkhamni, Wakapolres Teguh Priyowasono, dan Kasatnarkoba Polres I Made Patera Negara. Kepala BNNK Tuban memaparkan program dan capaian selama 2019. Dilanjutkan data tersangka barang bukti narkotika dan non narkotika BNNK Tuban setahun terakhir."Hasil ungkap Narkotika tahun ini Sabu 3,28 gram dan dua kasus UU 35," terang Made. Pria asal Bali ini juga membeberkan kendala yang dihadapi selama ini. Mulai dari keterbatasan sarpras dan anggaran, SDM yang belum kompeten, belum punya gedung, minimnya partisipasi masyarakat dalam P4GN, dan tempat rehab minim. Dalam kesempatan ini, Heru Winarko meminta jajaran BNNK pelan-pelan mengubah budaya yang kurang baik di masyarakat seperti minum-minum. Generasi muda harus diajak hidup sehat. "Jika generasi kita hidup sehat bukan tidak mungkin tahun 2035 ekonomi Indonesia bisa nomor 4 atau 5 dunia," paparnya. Sebentar lagi kata Heru, di Tuban akan berdiri kilang minyak termodern di dunia. Oleh karena itu, kita harus siap menghadapi perubahan dan budaya baru.Lebih dari itu, kasus Narkotika di Jawa Timur tergolong tinggi 2,1 persen dan nasional 1,8 persen. Sedangkan di Tuban yang marak adalah karnopen yang telah masuk golongan 1 dan bisa diproses, sehingga sekarang menurun drastis. "Naik 0,03 persen dan saya khawatir generasi muda. BNNK harus gencar sosialisasi ke sekolah-sekolah," terangnya. Heru juga mengungkap yang menarik di Jawa Timur yang paling banyak Sabu dan Karnopen. Selain itu pengguna terbanyak adalah pekerja karena mereka mampu untuk membeli. Sampai saat ini di Indonesia dari 4,6 juta orang pengguna narkoba, turun menjadi 3,6 juta orang. Artinya masih 1 juta orang di negara ini yang tidak memakai narkoba. Setelah dari BNNK, Heru bersama rombongan langsung meninjau lokasi gedung baru BNNK di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo hibah Pemkab Tuban. Dilanjut berziarah ke Makam Sunan Bonang, makan malam bersama Bupati Tuban Fathul Huda di Pendopo, berziarah di Makam Asmoroqondi. #bnnktuban#bnnpjatim#bnnri#kamudiasayalawannarkoba



Senin, 21 Oktober 2019

Workshop Pengembangan Kapasitas Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Terhadap Lingkungan Masyarakat

BNNK Tuban - Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tuban, menggelar workshop pengembangan kapasitas pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) terhadap lingkungan masyarakat, senin (21/10/2019). Workshop tersebut diikuti peserta dari organisasi masyarakat, organisasi pemuda, organisasi keagamaan, dan tokoh agama/pemuda. Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak penggiat BNNK Tuban yang memahami tentang bahaya penyalahgunaan dan penanggulangan narkotika dengan melaksanakan aksi P4GN di lingkungannya. Acara ini diawali dengan tes urine kepada seluruh peserta workshop. Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut Kepala BNNK Tuban AKBP I Made Arjana, Kasat Reskoba Polres Tuban AKP I Made Patra Negara, motivator A. Hamam Rosidi, S.Pd, MA "Kegiatan ini sebagai tindak lanjut kegiatan sebelumnya, rapat koordinasi pemberdayaan masyarakat anti narkoba bersama lingkungan masyarakat tanggal 18 September 2019. AKBP I Made Arjana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya BNN dalam membentuk relawan anti narkoba, dan juga sebagai penggiat anti narkoba dalam mencegah peredaran gelap narkoba di lingkungan masyarakat khususnya di wilayah kabupaten Tuban. Melalui kegiatan ini diharapkan sebagai tokoh dan penggiat anti narkoba di lingkungan masyarakat memiliki peran yang sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga harus bisa menjadi teladan yang baik bagi semua orang dan dapat membantu memberikan kontribusi dan solusi yang tepat bagi permasalahan di tengah masyarakat khususnya dalam upaya P4GN di wilayahnya masing-masing”.tandas I Made Arjana. Peserta juga dikukuhkan sebagai Penggiat Angkatan ke-1 di Lingkungan Masyarakat oleh Kepala BNNK Tuban sejumlah 20 orang. (AR)



Jumat, 18 Oktober 2019

Mantan Kapolsek Semanding Resmi Jabat Sebagai Kasi Pemberantasan di BNNK Tuban

BNNK Tuban- AKP Desis Susilo, S.H yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Semanding, Jum'at (18/10/2019) resmi menjabat sebagai Kasi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tuban.AKP Desis Susilo mengisi jabatan Kasi pemberantasan yang sebelumnya memang kosong.Pelantikan Kasi Pemberantasan BNNK Tuban sendiri dilakukan saat pelantikan pejabat eselon IV tahun 2019 dilingkungan BNNP Jawa Timur."Ada 3 pejabat yang dilantik, satu Kasi intelijen BNNP Jatim KOMPOL Ir. Prajoga Sumarjanta, M.Kom., dua kasi pemberantasan BNNK Tuban AKP Desis Susilo, S.H, Tiga Kasi P2M BNNK Sidoarjo AKP Siti Saidah, S.H., M.Si.Kepala BNNP JATIM Brigjen Pol, Bambang Priambada, S.H., M.Hum mengucapkan selamat kepada saudara saudari yang telah dilantik di lingkungan BNNP Jatim. Ada lima poin yang harus diperhatikan 1.Senantiasa menjaga dan mempertahankan Integritas, Loyalitas, Disiplin dan Komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab, 2.Bersifat Responsif Terhadap Tantangan dan Permasalahan baru yang timbul baik di dalam maupun di luar organisasi. 3. Mempunyai wawasan jauh ke depan dan mampu melakukan Terobosan yang positif melalui pemikiran yang inovatif, kreatif dan sistemik untuk kepentingan Organisasi. 4. Mempunyai kemampuan untuk mengkombimasikan berbagai sumber dan memeanfaatkan sumber daya secara optimal sehingga dapat menghasilkan produktivitas kerja secara maksimal. 5. Menciptakan hubungan kerja yang kondusif dan berkomunikasi secara produktif baik ke dalam maupun ke luar Institusi. Beliau juga menambahkan, untuk pejabat yang baru agar lebih bisa bekerjasama dengan rekan-rekan sesama aparat penegak hukum. Selain itu, kerjasama dengan pihak lain yang mengurusi bidang sosial, pendidikan, dan lain-lain juga lebih ditingkatkan. "Kami kan tidak hanya menindak, tetapi juga melakukan pencegahan pemberantasan rehabilitasi dan sosialisasi," ujarnya.Kepala BNNK Tuban I Made Arjana mengucapkan selamat atas dilantiknya AKP Desis Susilo sebagai Kasi Pemberantasan BNNK Tuban semoga amanah sehat dan sukses selalu. Beliau juga menjelaskan dengan adanya kasi pemberantasan di BNNK Tuban menjadi tambah semangat spirit dalam menjalankan pemberantasan narkoba dilingkungan Kabupaten Tuban.Saat ditemui, Desis Susilo belum bisa menjelaskan program apa yang nanti akan menjadi prioritasnya. Dia mengatakan jika nantinya akan meneruskan program yang sebelumnya ada dan akan memberantas narkoba dilungkungan bumi wali."Yang jelas kerjasama kami dengan Pemkab dan seluruh stakeholder juga akan kami tingkatkan untuk program, pemberantasan dan sosialisasi," untuk menekan peredaran gelap narkoba kata Desis susilo. #bnnktuban#kamudiasayalawannarkoba



Terkini


Senin, 23 Desember 2019

Kunjungan Kerja Kepala BNN RI di Kantor BNNK Tuban

BNNK Tuban- Dalam Rangka Kunjungan Kerja Kepala BNN RI di kantor BNNK Tuban dalam kesempatan ini Kepala BNNK Tuban (AKBP I Made Arjana, S.H., M.H) memaparkan program dan capaian selama 2019. Dilanjutkan data tersangka barang bukti narkotika dan non narkotika BNNK Tuban setahun terakhir.”Hasil ungkap Narkotika tahun ini Sabu 3,28 gram dan dua kasus UU 35 tahun 2009. Pria asal Bali ini juga membeberkan kendala yang dihadapi selama ini. Mulai dari keterbatasan sarpras dan anggaran, SDM yang belum kompeten, belum punya gedung, minimnya partisipasi masyarakat dalam P4GN, dan tempat rehab minim, Senin (23/12/2019) Kepala BNN RI (Komjen. Pol. Drs. Heru Winarko, S.H.) meminta jajaran BNNK pelan-pelan mengubah budaya yang kurang baik di masyarakat seperti minum-minum. Generasi muda harus diajak hidup sehat. “Jika generasi kita hidup sehat bukan tidak mungkin tahun 2035 ekonomi Indonesia bisa nomor 4 atau 5 dunia,” paparnya. Sebentar lagi kata Heru, di Tuban akan berdiri kilang minyak termodern di dunia. Oleh karena itu, kita harus siap menghadapi perubahan dan budaya baru. Lebih dari itu, kasus Narkotika di Jawa Timur tergolong tinggi 2,1 persen dan nasional 1,8 persen. Sedangkan di Tuban yang marak adalah karnopen yang telah masuk golongan 1 dan bisa diproses, sehingga sekarang menurun drastis. “Naik 0,03 persen dan saya khawatir generasi muda. BNNK harus gencar sosialisasi ke sekolah-sekolah,” terangnya. Heru juga mengungkap yang menarik di Jawa Timur yang paling banyak Sabu dan Karnopen. Selain itu pengguna terbanyak adalah pekerja karena mereka mampu untuk membeli. Sampai saat ini di Indonesia dari 4,6 juta orang pengguna narkoba, turun menjadi 3,6 juta orang. Artinya masih 1 juta orang di negara ini yang tidak memakai narkoba.#bnnktuban#bnnpjatim#bnnri#kamudiasayalawannarkoba


Jumat, 13 September 2019

PRESS RELEASE PENGUNGKAPAN JARINGAN PENGEDAR NARKOTIKA JENIS SABU-SABU DI BUMI WALI

BNNK Tuban- Badan Nasional narkoba (BNNK) Tuban kembali melaksanakan giat press release tindak pidana narkotika jenis sabu-sabu, bertempat di Kantor BNNK Tuban. Jumat (13/9/19).Dalam kegiatan press release yang di pimpin oleh Kepala BNNK Tuban AKBP I Made Arjana, S.H M.H yang menyampaikan Kronologi awal penangkapan awal pelaku dari informasi masyarakat yang mencurigai adanya transaksi narkoba di beberapa titik yang akhirnya melaporkan kepada pihak BNNK yang selanjutnya ditindak lanjuti dengan penyelidikan.
Beberapa orang yang di tengarai sedang melaksanakan transaksi narkoba di beberapa tempat diantaranya di sekitar jalan raya Kerek - Montong petugas mendapati dua orang yang berboncengan menggunakan kendaraan roda dua di buntuti hingga di salah satu warung yang berdekatan dengan pom bensin Socorejo Tambakboyo yang kemudian petugas BNNK Tuban langsung melakukan penyelidikan  kepada dua orang berinisial (R) dan (P) yang hasilnya petugas menemukan dua barang bukti dua poket sabu-sabu yang disimpan di celana.
Selanjutnya petugas BNNK melaksanakan pengembangan dari dua tersangka ini. Pihak BNNK mendalami kasus ini dari salah satu tersangka yang berinisial (P) memberikan informasi salah satu pengedar sabu - sabu  dari rekan satu jaringan yang akhirnya dikembangkan oleh petugas dan menemukan satu tersangka lagi yang ada di daerah  Kecamatan Kerek dan petugas mendatangi rumah teman yang dimaksud tersangka (P) dan petugas menemukan keberadaan teman pelaku yang berinisial (U) dan langsung melakukan penggeladahan di rumah (U), akhirnya petugas menemukan barang haram tersebut.Dalam pengembangan kasus narkoba di bumi wali ini Petugas berhasil mengamankan 1 poket sabu 0,85 gram ; 1 poket sabu 0,08 gram ; 1 poket sabu 0,84 gram ; 1 poket sabu 0,88 gram ; Uang senilai 1, 761 ,000 ; 7 plastik klip kosong ; 1 set alat hisap ; 1 timbangan digital ; 2 unit handphone ; 3 bukti setoran ; 2 buah pishtol air shot gun dengan rincian 1 volt defender series 90 caliber 6 mm dengan tipe 18t91380.Setelah petugas menangkap 3 pelaku pengedar narkoba jenis sabu juga dilakukan tes urine kepada 3 tersangka yang Hasilnya semua positif mengkonsumsi narkoba.Di akhir pernyataannya dalam press release dihadapan awak media, Made panggilan akrabnya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tuban jangan segan-segan melaporkan kepada petugas apabila menemukan adanya transaksi yang mencurigakan serta mengajak seluruh elemen masyarakat baik tokoh agama dan Pemuda untuk bersama-sama memberantas narkoba agar Kabupaten Tuban bebas dari bahaya penyalahgunaan narkoba.


Minggu, 23 Juni 2019

HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL (HANI) 2019 BNNK TUBAN

Bupati Tuban H Fathul Huda menyerukan pada masyarakat untuk memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Bumi Wali. "Hingga saat ini Pemkab bersama BNNK Tuban, Polri, dan TNI secara berkelanjutan mengadakan operasi maupun razia untuk mewujudkan Kabupaten Tuban Zero Narkoba. Dilakukannya operasi bukan karena benci, tetapi karena Pemkab Tuban peduli dengan masyarakat," tuturnya.Lebih lanjut, Bupati menyatakan, peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kabupaten Tuban mulai menurun. Pada 2018 lalu sebanyak 75 persen tahanan di Lapas Tuban merupakan terpidana peredaran dan penyalahgunaan narkoba. "Sedangkan pada tahun 2019, hanya tersisa 15 persen. Jumlah ini akan terus ditekan hingga zero narkoba di Lapas Tuban," ungkapnya.Dalam kesempatan itu, Huda juga mengingatkan bahwa narkoba bisa menyerang siapa saja. Tidak hanya remaja, tapi juga orang dewasa dengan berbagai latar belakang. Apalagi, narkoba dan miras dapat memicu seseorang untuk bertindak mengganggu ketertiban."Hal ini harus dicegah agar tidak merusak tatanan dimasyarakat. Marilah kita jaga bumi wali ini bebas dari narkoba," ajaknya.Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Jawa Timur Brigjenpol Drs. Bambang Priyambadha, S.H, mengungkapkan pada tahun 2018 lalu pihaknya berhasil mengamankan sabu sebanyak 26 kg. Sedangkan tahun 2019 hingga bulan Juni, BNNP telah mengamankan 28 kg sabu. Jumlah ini menunjukkan adanya peningkatan yang mengkhawatirkan.Untuk itu, ia berharap instansi pemerintah ikut berperan aktif dalam memerangi peredaran narkoba. "Upaya yang dapat dilakukan, di antaranya pembuatan Perda P4GN; sosialisasi; tes urine; dan pembentukan kader anti narkoba," pungkasnya.Diketahui, selain deklarasi, BNNK juga menggelar jalan sehat dengan masyarakat Tuban dan Forkopimda, serta seluruh OPD di Tuban.



Minggu, 23 Juni 2019

HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL (HANI) 2019 BNNK TUBAN

Bupati Tuban H Fathul Huda menyerukan pada masyarakat untuk memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Bumi Wali. "Hingga saat ini Pemkab bersama BNNK Tuban, Polri, dan TNI secara berkelanjutan mengadakan operasi maupun razia untuk mewujudkan Kabupaten Tuban Zero Narkoba. Dilakukannya operasi bukan karena benci, tetapi karena Pemkab Tuban peduli dengan masyarakat," tuturnya.Lebih lanjut, Bupati menyatakan, peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kabupaten Tuban mulai menurun. Pada 2018 lalu sebanyak 75 persen tahanan di Lapas Tuban merupakan terpidana peredaran dan penyalahgunaan narkoba. "Sedangkan pada tahun 2019, hanya tersisa 15 persen. Jumlah ini akan terus ditekan hingga zero narkoba di Lapas Tuban," ungkapnya.Dalam kesempatan itu, Huda juga mengingatkan bahwa narkoba bisa menyerang siapa saja. Tidak hanya remaja, tapi juga orang dewasa dengan berbagai latar belakang. Apalagi, narkoba dan miras dapat memicu seseorang untuk bertindak mengganggu ketertiban."Hal ini harus dicegah agar tidak merusak tatanan dimasyarakat. Marilah kita jaga bumi wali ini bebas dari narkoba," ajaknya.Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Jawa Timur Brigjenpol Drs. Bambang Priyambadha, S.H, mengungkapkan pada tahun 2018 lalu pihaknya berhasil mengamankan sabu sebanyak 26 kg. Sedangkan tahun 2019 hingga bulan Juni, BNNP telah mengamankan 28 kg sabu. Jumlah ini menunjukkan adanya peningkatan yang mengkhawatirkan.Untuk itu, ia berharap instansi pemerintah ikut berperan aktif dalam memerangi peredaran narkoba. "Upaya yang dapat dilakukan, di antaranya pembuatan Perda P4GN; sosialisasi; tes urine; dan pembentukan kader anti narkoba," pungkasnya.Diketahui, selain deklarasi, BNNK juga menggelar jalan sehat dengan masyarakat Tuban dan Forkopimda, serta seluruh OPD di Tuban.


Jumat, 13 September 2019

PRESS RELEASE PENGUNGKAPAN JARINGAN PENGEDAR NARKOTIKA JENIS SABU-SABU DI BUMI WALI

BNNK Tuban- Badan Nasional narkoba (BNNK) Tuban kembali melaksanakan giat press release tindak pidana narkotika jenis sabu-sabu, bertempat di Kantor BNNK Tuban. Jumat (13/9/19).Dalam kegiatan press release yang di pimpin oleh Kepala BNNK Tuban AKBP I Made Arjana, S.H M.H yang menyampaikan Kronologi awal penangkapan awal pelaku dari informasi masyarakat yang mencurigai adanya transaksi narkoba di beberapa titik yang akhirnya melaporkan kepada pihak BNNK yang selanjutnya ditindak lanjuti dengan penyelidikan.
Beberapa orang yang di tengarai sedang melaksanakan transaksi narkoba di beberapa tempat diantaranya di sekitar jalan raya Kerek - Montong petugas mendapati dua orang yang berboncengan menggunakan kendaraan roda dua di buntuti hingga di salah satu warung yang berdekatan dengan pom bensin Socorejo Tambakboyo yang kemudian petugas BNNK Tuban langsung melakukan penyelidikan  kepada dua orang berinisial (R) dan (P) yang hasilnya petugas menemukan dua barang bukti dua poket sabu-sabu yang disimpan di celana.
Selanjutnya petugas BNNK melaksanakan pengembangan dari dua tersangka ini. Pihak BNNK mendalami kasus ini dari salah satu tersangka yang berinisial (P) memberikan informasi salah satu pengedar sabu - sabu  dari rekan satu jaringan yang akhirnya dikembangkan oleh petugas dan menemukan satu tersangka lagi yang ada di daerah  Kecamatan Kerek dan petugas mendatangi rumah teman yang dimaksud tersangka (P) dan petugas menemukan keberadaan teman pelaku yang berinisial (U) dan langsung melakukan penggeladahan di rumah (U), akhirnya petugas menemukan barang haram tersebut.Dalam pengembangan kasus narkoba di bumi wali ini Petugas berhasil mengamankan 1 poket sabu 0,85 gram ; 1 poket sabu 0,08 gram ; 1 poket sabu 0,84 gram ; 1 poket sabu 0,88 gram ; Uang senilai 1, 761 ,000 ; 7 plastik klip kosong ; 1 set alat hisap ; 1 timbangan digital ; 2 unit handphone ; 3 bukti setoran ; 2 buah pishtol air shot gun dengan rincian 1 volt defender series 90 caliber 6 mm dengan tipe 18t91380.Setelah petugas menangkap 3 pelaku pengedar narkoba jenis sabu juga dilakukan tes urine kepada 3 tersangka yang Hasilnya semua positif mengkonsumsi narkoba.Di akhir pernyataannya dalam press release dihadapan awak media, Made panggilan akrabnya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tuban jangan segan-segan melaporkan kepada petugas apabila menemukan adanya transaksi yang mencurigakan serta mengajak seluruh elemen masyarakat baik tokoh agama dan Pemuda untuk bersama-sama memberantas narkoba agar Kabupaten Tuban bebas dari bahaya penyalahgunaan narkoba.


Senin, 23 Desember 2019

Kunjungan Kerja Kepala BNN RI di Kantor BNNK Tuban

BNNK Tuban- Dalam Rangka Kunjungan Kerja Kepala BNN RI di kantor BNNK Tuban dalam kesempatan ini Kepala BNNK Tuban (AKBP I Made Arjana, S.H., M.H) memaparkan program dan capaian selama 2019. Dilanjutkan data tersangka barang bukti narkotika dan non narkotika BNNK Tuban setahun terakhir.”Hasil ungkap Narkotika tahun ini Sabu 3,28 gram dan dua kasus UU 35 tahun 2009. Pria asal Bali ini juga membeberkan kendala yang dihadapi selama ini. Mulai dari keterbatasan sarpras dan anggaran, SDM yang belum kompeten, belum punya gedung, minimnya partisipasi masyarakat dalam P4GN, dan tempat rehab minim, Senin (23/12/2019) Kepala BNN RI (Komjen. Pol. Drs. Heru Winarko, S.H.) meminta jajaran BNNK pelan-pelan mengubah budaya yang kurang baik di masyarakat seperti minum-minum. Generasi muda harus diajak hidup sehat. “Jika generasi kita hidup sehat bukan tidak mungkin tahun 2035 ekonomi Indonesia bisa nomor 4 atau 5 dunia,” paparnya. Sebentar lagi kata Heru, di Tuban akan berdiri kilang minyak termodern di dunia. Oleh karena itu, kita harus siap menghadapi perubahan dan budaya baru. Lebih dari itu, kasus Narkotika di Jawa Timur tergolong tinggi 2,1 persen dan nasional 1,8 persen. Sedangkan di Tuban yang marak adalah karnopen yang telah masuk golongan 1 dan bisa diproses, sehingga sekarang menurun drastis. “Naik 0,03 persen dan saya khawatir generasi muda. BNNK harus gencar sosialisasi ke sekolah-sekolah,” terangnya. Heru juga mengungkap yang menarik di Jawa Timur yang paling banyak Sabu dan Karnopen. Selain itu pengguna terbanyak adalah pekerja karena mereka mampu untuk membeli. Sampai saat ini di Indonesia dari 4,6 juta orang pengguna narkoba, turun menjadi 3,6 juta orang. Artinya masih 1 juta orang di negara ini yang tidak memakai narkoba.#bnnktuban#bnnpjatim#bnnri#kamudiasayalawannarkoba


Rabu, 18 September 2019

Workshop P4GN Bersama Instansi Pemerintah

BNNK Tuban - Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tuban, menggelar workshop P4GN Bersama Instansi Pemerintah terkait pengembangan kapasitas Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) terhadap instasi pemerintah. Rabu (18/09/2019). Workshop yang diikuti perwakilan Babinsa, Babinkantibmas, Bidan desa, dr. Pukesmas, Kepala Desa, Lurah, Sekdes, Kasitrantib, Kanitbinmas dan instansi terkait sejumlah 20 peserta ini bertujuan untuk mencetak penggiat BNNK Tuban yang memahami tentang bahaya penyalahgunaan dan penanggulangan narkotika dengan melaksanakan aksi P4GN dilingkungannya. Acara ini diawali dengan pemberdayaan masyarakat anti narkoba melalui tes urine kepada peserta workshop.Turut hadir dalam acara tersebut KA BNNK Tuban AKBP I Made Arjana, Kasi T. Kelola & Adm Pem,Desa & KBKab. Tuban Reza Mandala Putra, SSTP, dan Motivator Nasional Dr. N. Faqih Syarif H, S.Sos.I., M.Si. "Kegiatan ini sebagai tindak lanjut BNNK Tuban yang sebelumnya mengawali mengadakan pembekalan anti narkoba di hotel SG 17 Tuban pada tanggal 21 Agustus 2019. AKBP I Made Arjana menjelaskan Selanjutnya juga akan dilakukan sosialisai-sosialisasi lanjutan terkait Narkoba," tegasnya. Kepala BNNK Tuban berharap, semua peserta mengikuti workshop tersebut dengan serius. "Sehingga ke depan bisa menjadi penggiat anti Narkoba di lingkunganya masing-masing," tandas I Made Arjana. Diharapkan, setelah menerima bekal materi, wawasan, kemampuan terkait pentingnya pemberdayaan masyarakat anti Narkoba, peserta bisa menjadi kepanjangan tangan BNN Kabupaten Tuban, atau sebagai mitra untuk mengadakan sosialisasi terkait bahaya narkoba diwilayah masing-masing.(AR)


Jumat, 13 September 2019

BNNK Tuban Ringkus Bandar dan Dua Pengedar Sabu

BNNK Tuban – Petugas dari Tim Berantas Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban berhasil mengungkap jaringan pengedar narkoba dengan menangkap seorang bandar serta pengedarnya, Jumat (13/9/2019).Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti beberapa poket Sabu. Selain itu, bandar Sabu yang diringkus itu juga mempersenjatai dirinya dengan memiliki senjata Softgun.Kepala BNNK Tuban, AKBP I Made Arjana mengungkapkan bahwa penangkapan terhadap tiga orang yang merupakan bandar dan pengedar Sabu itu dilakukan pada hari Selasa kemarin. Yang mana, penangkapan dilakukan setelah tim dari Berantas BNNK Tuban melakukan penyidikan yang cukup lama.“Ada tiga orang yang berhasil kita tangkap dalam pengungkapan kasus ini. Satu merupakan bandar dan juga pengedarnya,” terang AKBP I Made Arjana, Kepala BNNK Tuban.Tiga pelaku jaringan pengedar Narkoba jenis Sabu di Tuban itu masing-masing adalah Utomo, warga Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban yang merupakan bandar dari barang haram itu. Selanjutnya untuk dua pengedarnya adalah Pandi dan juga Rohman yang tertangkap terlebih dahulu.“Awalnya tim Berantas BNNK Tuban mendapatkan informasi ada transaksi narkotika di wilayah Kerek dan Tambakboyo. Kemudian mengetahui kedua pelaku P dan R itu,” tambah Kepala BNNK Tuban.Pandi dan Rohman itu menggunakan sepeda motor dan kemudian dibuntuti oleh petugas dari BNNK Tuban. Sehingga ketika itu kedua pria tersebut berhenti di depan warung yang berada depan pos bensin Desa Glondongdege, Kecamatan Tambakboyo, Tuban dan kemudian disergap petugas. “Saat dilakukan pemeriksaan ditemukan dua poket sabu-sabu yang dibungkus tisu dan dibungkus rokok. Beratnya sekitar 0,9 gram,” tambahnya.Selanjutnya, dari keterangan P dan R kemudian diketahui bahwa barang haram tersebut di dapatkan dari bandarnya yang bernama Utomo yang merupakan warga Kecamatan Kerek, Tuban. Kemudian petugas bergerak menangkap pelaku yang merupakan bandar Sabu di Tuban itu. “Kita kemudian melakukan penggrebekan di rumah bandar. Dan kita temukan barang bukti Sabu serta senjata softgun di rumah pelaku U ini,” [AR]


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP JAWA TIMUR

374

Total Kasus Narkoba

479

Total Tersangka Kasus Narkoba

670

Total Pasien Penyalahgunaan

5,434

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

12,701,425

Jumlah Sebaran Informasi